Rakor Awal Tahun, Gatimbowo Lase Minta Kasek Hentikan Pengambilan Bantuan Komite

0
1025

GUNUNGSITOLI-KATANIAS.COM
Kepala Cabang Gunungsitoli Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Drs Gatimbowo Lase MM, menggelar rapat koordinasi awal tahun dengan seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK, MA, SMAK Negeri dan Swasta serta Pengawas Sekolah di tiga Kabupaten atau Kota wilayah Cabang Gunungsitoli, Senin 21/12019 di Aula SMAN 1 Gunungsitoli.

Dalam arahannya, Gatimbowo Lase mengurai pekerjaan atau capaian selama tahun 2018. Menurutnya, ada beberapa hasil capaian sejak digaungkannya Revitalisali dan Inovasi Pendidikan dalam berbagai hal, seperti di SMK Negeri 2 Tuhemberua, SMK 1 Alooa, SMK 1 Afulu, SMK 1 Gunugsitoli Utara, SMK 1 Alasa dan SMK 1 Hiliserangkai. Dan disisi lain juga, saya mengharapkan perubahan totalitas pada SMA Negeri 1 Gunungsitoli, SMA Negeri 1 Gido, SMA Negeri 1 Lahewa, SMA Negeri 1 Alasa serta SMA Negeri 1 Tuhemberua yang sampai saat ini masih belum menggembirakan, ungkapnya.

“Kepada seluruh SMA yang saya sebutkan untuk bisa melakukan inovasi pendidikan yang signivikan dengan beberapa kemajuan. Salah satu contoh, Kelas 10 IPA 1 dan Kelas 10 IPS 1 bisa belajar tanpa kertas. Yang artinya, di setiap kelas itu ada perangkat pembelajaran laptop dan infocus, sehingga guru masuk mengajar hanya membawa flasdisc dan siswa juga hanya bawa laptop dan anak sekolah belajar diruang AC. “Siswa dan Guru semua harus bepakaian rapi dengan menggunakan dasi serta kepala sekolah sesekali melakukan monitoring dengan menggunakan Jas atau Full Dres. Kenapa ini tidak kita lakukan, pada hal kita mampu ? Sebab hal ini jauh lebih membawa anak dalam nuansa belajar yang luar biasa,” pungkas Gatimbowo Lase.

Bukan hanya itu, Gatimbowo Lase juga menyebutkan, hal yang paling menonjol pada rakor kali ini adalah tentang pengambilan bantuan pendidikan kepada orangtua siswa. Untuk itu, saya mengharapkan dan menganjurkan seluruh Kepala Sekolah menghentikan landasan hukum mengambil bantuan sumbangan pendidikan dari orang tua siswa dengan berpedoman pada Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan dan hendaknya lebih memperdalam pemahaman tentang PP. Nomor 48 Tahun 2008 tentang kebolehan orang tua siswa mendanai Pendidikan. “Mengapa yang salah tetap kita lakukan tapi yang benar kita abaikan, oleh sebab itu, mulai sekarang hentikan pengambilan sumbangan tersebut. Dan di sekolah juga hanya satu bendahara dan hanya satu rekening serta dana yang diterima sekolah harus masuk secara utuh dalam RAKS dan RAPBS Sekolah untuk dipertanggung jawabkan secara ankuntabel. Karena apa yang bisa kata aturan serta mempunyai landasan yang kuat, maka itu lakukan. Dan apa yang dilarang oleh aturan maka wajib dihentikan, tegasnya.

“Saya menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah agar siap dan sigap menghadapi kegiatan akhir pembelajaran di Tahun Pelajaran 2018/2019, dengan memperhatikan seluruh tahapan sejak dari persiapan hingga akhir nanti. Untuk itu, mari kita layani anak-anak kita, imbuhnya.

Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lahewa Binahati Baeha S. Pd mengatakan mengungkapkan, paparan Kacabdis sudah sangat baik. Karena bisa mengevaluasi sekaligus memberi stimulus program bagi kami semua dan juga ada apresiasi bagi yg kerjanya baik serta kritikan dibawa dalam canda, ungkapnya kepada KataNias saat ditemui usai rapat dilaksanakan.

“Sangat bagus, kami sangat termotivasi dengan pembawaan bapak Kacabdis yang blak-blakkan. Artinya, tak ada lagi yang disembunyikan, biar yang lalai juga bisa mengerti dan harus memahami bahwa jadi Kepala Sekolah itu harus penuh tanggung jawab bukan hanya nama saja,” tutur Kepala SMK Negeri 1 Gunungsitoli, Waoziduhu Gea, S.Pd. #Rindah J Zendrato

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here