Kapolda Sumut & Komnas Perempuan Sepakat Lawan KDRT

0
274

MEDAN – KATANIAS. COM

Undang – Undang RI NO. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bertujuan untuk melindungi hak-hak wanita, Melindungi perempuan khususnya dari kekerasan dalam rumah tangga, Melindungi hak-hak korban KDRT, Memberikan efek jera bagi pelaku KDRT dan Menjaga kerukunan rumah tangga, sert Mewujudkan sila Pancasila yang ke 2, mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Dalam kegiatan ceramah/diskusi UU KDRT bersama Komnas Perempuan, dalam rangka HUT Kemala Bhayangkari ke -38, di aula 1 tribata Mapolda, Kota Medan, Sumatera Utara. Sabtu (7/4/2018)

Kapolda memberitahu adapun faktor terjadinya kekerasan antara lain; Adanya pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama, Perilaku yang tidak baik karena meniru perilaku orang tua, Kecanduan minuman alkohol, Frustasi karena ekonomi, Kelainan jiwa, Perselingkuhan, kecurigaan, kebohongan, harta warisan dan Budaya patrarkhi.

Serta bentuk – bentuk kekerasan dalam rumah tangga terbagi 3 yaitu: Kekerasan fisik, Kekerasan psikis dan Penelantaran.

“KDRT tidak dibenarkan dan harus diberi efek jera,” Pintanya

Kapolda juga meminta kepada segenap Bhayangkari untuk selalu memberikan dukungan dan doa bagi para suami sehingga dapat melaksanakan tugas secara profesional, amanah dan bertanggung jawab.

Sedangkan Koordinator Badan Pekerja Komnas Perempuan, Detti Artsanti, juga mengkritik kinerja dan minimnya sumber daya manusia di Unit PPA tiap masing – masing Polres.

“Belum banyaknya unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), banyak penanganan belum optimal, sehingga perlu pelatihan yang intens,” Katanya

Detti memberitahu bahwa wanita adalah kaum rentan yang harus dilindungi dan dijaga bersama. Sesuai UU No 23/2014 tentang Pencegahan KDRT, Pasal 15, sudah mengamanatkan jika mengetahui ada Tindak Pidana KDRT, Maka masyarakat dapat berperan : Mencegah, Memberi perlindungan kepada korban, Memberikan pertolongan darurat dan Membantu proses permohonan perlindungan.

“Mari lawan KDRT, Bila perlu dihukum berat pelakunya,” Tegasnya

Dalam kegiatan ini tampak hadir para Ketua Bhayangkari Se-Sumatera Utara dan para perwira Polda Sumatera Utara.

#FamaZai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here