Insiden Di Kejari Gunungsitoli, Waka Polres Nisel Minta Maaf

0
11274

Kejari Pastikan Proses Hukum Berjalan.

GUNUNGSITOLI – KATANIAS.COM

Terkait insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Kepolisian Resort Nias Selatan, Senin (5/2) kemarin, Terhadap dua orang pegawai jaksa, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Hal itu disampaikan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Jimmy Donovan. SH, Ketika ditemui KATANIAS.COM, Selasa (6/2/2018) Pukul 11.30 Wib, diruang kerjanya kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Jimmy menuturkan bahwa kejadian dugaan penganiayaan dan kekerasan tersebut berawal dari salah seorang pria warga Kabupaten Nias Selatan yang berinisial “Z” mendatangi Kantor Kejaksaan sekira pukul 13.30 wib dengan dalih hendak menemui salah seorang Staf Seksi intelijen berinisial Golas.

Setelah bertemu dengan Golas, Dia memberitahu asal usulnya dan mengaku telah melakukan pembunuhan.

“Setelah Golas mendengarnya langsung dia menelepon salah satu pendeta yang mungkin kenal dengan orang itu untuk membantu mengantarkannya ke kantor polisi,” Tuturnya

Tapi tidak lama kemudian, lanjutnya, Tiba-tiba datang seorang pemuda memakai kaos oblong bercelana pendek dan hanya memakai sandal jepit tanpa koordinasi atau memberitahu identitasnya kepada pegawai kejaksaan, langsung merangsek masuk ke kantor kejari Gunungsitoli hingga akhirnya dicegat oleh petugas keamanan (security).

“Satpam mencegat pemuda itu sembari menanyakan langsung asal usul (siapa dan darimana) apalagi pemuda itu hanya memakai celana pendek dan sandal jepit. Dalam SOP kita tidak diperkenankan masuk dikantor bila berpakaian tidak sopan. Namun pemuda yang mengaku oknum polisi itu membentak satpam kami dengan menuding telah menghalang-halangi penyidikan.

Disaat staf seksi intel bernama Golas mengetahui bahwa pemuda itu seorang polisi asal Mapolres Nias Selatan, Golas bersama salah seorang pendeta menyerahkan Pria berinisial “Z” kepada polisi hingga langsung digiring kedalam mobil yang sudah stand by depan kantor Kejari.

Berselang beberapa waktu, Puluhan oknum anggota Polres Nias Selatan sekira 15 orang dengan mengendarai 2 mobil yang dipimpin langsung oleh Wakil Kapolres (Wakapolres) Nias Selatan KOMPOL. Rachman Purba, Menerobos paksa masuk ke dalam kantor kejaksaan sehingga mengakibatkan kericuhan dengan menuding kejaksaan sudah menghalang-halangi tugas mereka.

“Pegawai kami di aniaya dengan diseret paksa. Kini pegawai kami itu sudah kami bawa ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan,” Ungkapnya.

Atas insiden tak terpuji itu, Kasi Intelijen Jimmy menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum walaupun telah ada permintaan maaf.

Dia juga memberitahu bahwa kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian Resort Nias yang ada di Gunungsitoli.

“Proses hukumnya akan tetap berjalan walaupun Wakapolres nya sudah meminta maaf. Serta keluarga dari pegawai kami itu juga sudah melapor ke Polres yang ada di Gunungsitoli,” Terangnya

Pantauan KATANIAS.COM di ruang perawatan RSU Gunungsitoli, Pegawai Kejaksaan atas nama Laskarius Zega sedang dirawat intensif karena menderita sakit dibagian ulu hati serta pinggang sesuai informasi keterangan dokter.

#YasaGulo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here