Bejat, Remaja Putri Sedang Mandi Diperkosa Pria Lanjut Usia Tetangganya

0
5847
Foto : ST saat dibawa di Mapolres Nias Selatan

Pemandian Umum Sedang Sepi dan Pelaku Memaksa Layani Nafsu Birahinya

SOMAMBAWA– KATANIAS.COM
Terlena dengan kemolekan tubuh seorang remaja, sebut saja Melati (13), ST yang sudah lanjut usia, terpaksa dibui. Pasalnya, ia melakukan persetubuhan dengan remaja putri yang masih tetangganya di Desa Silima Banua, Kecamatan Somambawa Kabupaten Nias Selatan. Tidak terima putrinya disetubuhi, orangtua Melati melapor ke Polisi.

Menerima laporan itu, 7 personil Satreskrim Polres Nias Selatan yang dipimpin Inspektur Polisi Dua Demonstar segera mencari ST (59) di Desa Silima Banua. Ia diringkus tanpa perlawanan, Sabtu 3/11/2018 Sekira Pukul 15.00 Wib di rumahnya.

“Tersangka dilaporkan telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur. Dengan sangkaan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, hukumannya hingga 15 tahun penjara,” ujar Kepala Kepolisian Resor Nias Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Faisal F Napitupulu, Minggu 4/11/2018.

Foto : ST saat dibawa di Mapolres Nias Selatan

Dijelaskan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nias Selatan, AKP Antony Tarigan, penangkapan berawal dari laporan orangtua Melati, Kamis 27/8/2018. Tersangka datang ke sebuah tempat pemandian umum di Desa Silima banua untuk menjumpai korban yang sedang mandi, Sabtu 23/9/2018 sekira Pukul 11.00 Wib. Tidak berapa lama, tersangka yang berstatus berkeluarga ini memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

“Saat itu tempat pemandian sedang sunyi, ST memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Begitu selesai melakukan hubungan badan layaknya suami istri, Tersangka memberi uang kepada korban sebesar Rp100 ribu,” bebernya melalui PS Subbag Humas Polres Nias Selatan, Brigadir Dian Octo Tobing.





Berselang dua hari kemudian, korban mengalami kelainan yang tidak seperti biasanya. Sehingga membuat curiga kedua orangtuanya. Melihat kondisi korban yang sakit dan terbaring di tempat tidur kedua orangtuanya langsung membujuk korban agar memberitahu apa yang terjadi padanya. Sebab korban terlihat dipenuhi rasa trauma dan ketakutan serta menjadi pendiam.

“Setelah dibujuk dan disemangati orangtunya, akhirnya korban mengakui apa kejadian yang menimpa dirinya. Mendengar pengakuan Melati, kedua orangtua korban langsung mendatangi Mapolres Nias Selatan untuk membuat laporan pengaduan. Karena mereka merasa keberatan atas perbuatan ST terhadap putri semata wayangnya,” ungkap Dian Octo Tobing.

Menerima laporan itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Nias Selatan bergerak cepat dengan meminta pihak medis melakukan _Visum Et Revertum_ . “Setelah memeriksa sejumlah saksi, Polisi pun mengamankan tersangka di ruang tahanan Mako Polres Nias Selatan,” pungkas Brigadir Dian Octo Tobing. #Yasa Gulo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here