NIAS SELATAN- KATANIAS.COM
Jerih payah tim gabungan yang terdiri dari Koramil 13 Pulau Telo, Polsek Pulau-Pulau Batu dan Pos AL serta Satpol Air Polres Nias Selatan bersama warga setempat tidak sia-sia. Mencari tanpa lelah, akhirnya menemukan Sinduhu Dachi (60) di sekitar laut lorong Ahewaese Desa Hiligeho Sogawo. Hanya saja, nelayan yang hanyut diperairan Desa Baweoomasio Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan itu tinggal jasad dengan posisi telungkup dan mengambang di air. Ia ditemukan Jumat 4/1/2019 sekira jam 2 siang tadi.

Kepala Kepolisian Resor Nias Selatan AKBP Igede Nakti Widhiarta, membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, penemuan jasad nelayan itu atas bantuan warga setempat yang bekerjasama dengan Polres Nias Selatan dan Koramil 13 Pulau-Pulau Telo.

“Sekitar pukul 13.20 Wib, tim menerima informasi bahwa keluarga korban telah dihubungi via telepon oleh Sekertaris Desa Hiligeho Sogawo Kecamatan Tanah Masa. Dengan memberitahu bahwa ada sosok mayat yang sedang mengapung diair dengan ciri-ciri memakai kaos dan celana hitam. Mendengar kabar itu, Tim Gabungan pun bergegas menyambangi lokasi yang diberitahu dengan menggunakan 1 unit Speed Boat milik TNI-AL dan 1 Unit unit Speed Boat milik Satpol Air Polres Nias Selatan. “Setelah tiba dilokasi yang diberitahu, korban didapati meski sudah tak bernyawa,” ujar Kepala Polisi Resor Nias Selatan AKBP Igede Nakti Widhiarta melalui PS. Paur Subbag Humas, Brigadir Dian Octo Tobing, Jumat 4/1/2019, sekira pukul 5 sore tadi.

Dijelaskannya, setelah ditemukan jasad korban, tim gabungan kemudian melakukan evakuasi dengan menaikan mayat korban di perahu nelayan. Dan selanjutnya, ditarik dengan Speed Boat milik TNI AL menuju Desa Bawoomasio Kecamatan Pulau-Pulau Batu. “Atas permintaan keluarga korban yang disaksikan Sekdes Bawoomasio dan Camat Pulau-Pulau Batu, dengan menganggap kematian korban adalah wajar karna musibah serta bersedia membuat surat pernyataan. Maka pihak tim gabungan menyerahkan jasad korban kepada keluarganya agar dibawa ke Desa Bawoomasio untuk disemayamkan,” imbuh Dian Octo Tobing.

Diberitakan sebelumnya, Sinduhu Dachi alias Ama Yosi (60), Nelayan Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara diduga hilang saat melaut di perairan Pulau Telo, Rabu 2/1/2019. Ia merupakan warga Desa Baweoomasio, Kecamatan PP Batu, Kabupaten Nias Selatan. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Sinduhu Dachi tak diketahui.

Pihak keluarga merasa cemas. Sebab terakhir meninggalkan rumah pada tanggal 2/1/2019, Sinduhu Dachi pergi berangkat menangkap ikan dilaut. Pihak keluarga bertanya-tanya bercampur kuatir, biasanya dia tidak seperti ini, tak kunjung pulang ke kediamannya hingga sampai pukul 19.00 Wib.

Kepala Kepolisian Resor Nias Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Igede Nakti Widhiarta mengungkapkan, Sinduhu Dachi berangkat dari rumahnya Rabu, 2/1/2019, sekira pukul 14.00 Wib siang hari dari bibir pantai Desa Baweoomasio dengan menggunakan perahu dayung. Namun hingga malam hari, Ia tak kunjung pulang. Merasa curiga dan cemas, istri korban Adini Bonawolo dan pihak keluarga lainnya Aoihani Dachi mencoba melaporkan kepada Sekertaris Desa Baweoomasio Fanolo Dachi. Setelah mendengar kabar tersebut, sekira pukul 20.00 Wib beberapa warga nelayan Desa Baweoomasio mencoba melakukan pencarian dengan menggunakan perahu robin, namun tidak kunjung ditemukan. Sehingga pada pukul 23.05 Sekdes Baweoomasio mendatangi Polsek Pulau-Pulau batu untuk melaporkan kejadian itu.




“Karena sudah larut malam, Kepala Polisi Sektor Pulau-Pulau Batu, Ipda DP Simangunsong menyarankan untuk menghentikan pencarian malam itu dan dilanjutkan besok paginya saja. Sebab, menurutnya demi mengantisipasi timbulnya korban lain. Keesokan harinya, Pencarian Sinduhu Dachi terus dilakukan di laut, namun Sinduhu Dachi belum ditemukan. Sementara perahu yang ditumpanginya ditemukan di pantai Lasondre sekira pukul 8 pagi. Dan kemudian perahu tersebut, ditarik ketepi pantai Bawoomasio oleh warga yang melakukan pencarian, ungkap Kapolres Nias Selatan melalui Pimpinan Sementara Paur Subbag Humas, Brigadir Dian Octo Tobing, kamis 3/1/2019, sore tadi.

Dian Octo menyebutkan, mendapat laporan masyarakat, personil gabungan dari Polsek Pulau-Pulau Batu bersama Koramil 13 Pulau Telo dan Pos Lanal bersama warga segera melakukan pencarian. Dengan dipimpin Kapolsek bersama Koramil dan Danpos Lanal, mereka melakukan penyisiran di perairan seputaran Pulau Telo dan Pulau Lasondre dengan menggunakan sekitar lima belas unit perahu bermesin Robin milik warga. Hingga malam, usah pencarian masih tetap berlangsung.

“Saat ini situasi masih terkendali, namun ada keterbatasan sarana dan minimnya alat deteksi cuaca dan beberapa hal lainnya. Untuk itu, dihimbau kepada para warga agar tetap mengutamakan keselamatan jiwa pribadi dalam melakukan pencarian korban,” imbuh Dian Octo. # Nindiyanto Ndruru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here