GUNUNGSITOLI– KATANIAS.COM
Malam kemarin, Kamis 27/12/2018, Ododogo Lase dijebloskan ke penjara oleh Kepolisian Resor Nias. Tersangka dugaan penganiayaan terhadap dua auditor Badan Pemeriksaan Keuangan perwakilan Provinsi Sumatera Utara, ditahan. Untuk 20 hari ke depan, ia akan menginap di Ruang Tahanan Polres Nias di Jalan Bhayangkari Gunungsitoli.

Kapolres Nias Deni Kurniawan mengungkapkan, korban tercatat warga Kota semarang dan warga Kota Pematang Siantar yang sedang melaksanakan tugas di Nias Utara. Sedangkan tersangka adalah Ododogo Lase yang berdomisili di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Ia resmi menjadi tahanan Polres Nias sejak Kamis malam,” ujarnya melalui PS. Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo. Ia menambahkan, tersangka dikenakan Pasal 214 KUHP dan atau Pasal 170 ayat 1 dan atau Pasal 351 ayat 1 tentang Penganiayaan dengan ancaman tujuh tahun penjara.




Diungkapkan Restu, kejadian bermula ketika Jamanna Sembiring dan kerabatnya Sandro Simatupang berjalan kaki mendatangi objek wisata pantai indah Tureloto di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Rabu 12/12/2018 sore untuk bertemu dengan beberapa masyarakat termasuk salah satu terlapor OL. Setelah bertemu, pelapor bersama rekannya memperkenalkan diri sebagai anggota BPK yang kemudian menanyakan tentang proyek bangunan yang ada di Pantai Tureloto. “Karena terlapor tidak senang atas kedatangan pelapor dan rekannya dikarenakan mengecek proyek itu, tiba-tiba tersangka mengusir mereka dengan cara mendorong dada korban. Bukan hanya itu, karena pelapor tidak mau pergi tersangka bersama empat orang lainnya yang tidak tau namanya melakukan pemukulan kepada pelapor dan rekannya Sandro Simatupang sambil mengusir kedua korban dengan berteriak pergi kalian dari sini,” bebernya.

Restu menyebut, tidak hanya tersangka yang menganiaya korban sore itu. Lima saksi telah diperiksa penyidik Polres Nias, melihat beberapa orang ikut menganiaya korban. Lepas dari pemukulan, Jamanna Sembiring dan kerabatnya Sandro Simatupang menuju Mapolres Nias untuk membuat laporan pengaduan malam itu juga. Yang diterima SPKT Polres Nias dengan Laporan Polisi No: LP/345/X11/2018/NS/NS, tanggal 12 Desember 2018, terangnya.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polisi Resor Nias Ajun Komisaris Polisi Jonista Tarigan juga menegaskan, penetapan tersangka dan penahan OL dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara dengan disertai bukti yang cukup kuat.

“Kasus ini terus kita dalami dan kembangkan, jadi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. Dan saat ini, berkas tersangka sedang dilengkapi untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, jumat 28/12/2018, pagi tadi. # Umbu Zomasi Telaumbanua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here