SZ Mengaku Tidak Menyesal

Wakil Kepala Polres Nias, Komisaris Polisi Emanueli Harefa, memberikan Keterangan Pers atas kasus Perlindungan Anak yang diduga dilakukan SZ (40), seorang PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat. RUKUN ZEBUA/KATANIAS.COM

GUNUNGSITOLI-KATANIAS.COM
Kerjanya di Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat, tapi kelakuannya tidak mendidik. Bukannya memberi nasehat, SZ malah melakukan tipu muslihat untuk berbuat maksiat dengan seorang siswi SMK di Hotel. Akibatnya, SJ terancam dipenjara selama 15 tahun.

Kejadian berawal dari tugas Praktek Kerja Industri yang harus dilakoni seorang pelajar salah satu SMK di Nias Barat, sebut saja Melati (16). Remaja yang duduk di Kelas XI ini ditempatkan di Kantor Dinas Pendidikan Nias Barat. “Sabtu 16 September 2017 sekira jam 9 pagi, tersangka korban dan membawanya di salah satu Hotel di Nias Selatan. Hal itu tanpa diketahui orangtua korban,” ungkap Wakil Kepala Polres Nias, Komisaris Polisi Emanueli Harefa, Kamis 19/10/2017.

Kompol Emanueli Harefa membeberkan, di hotel tersebut terjadi persetubuhan tersangka dengan korban. Esok harinya, korban dibawa lagi ke salah satu hotel di Kota Gunungsitoli, dan menginap di sana hingga Kamis 28 September 2017. Selama di hotel itu, terjadi persetubuhan

Tersangka SZ ditunjukkan kepada wartawan pada Keterangan Pers Polres Nias, Kamis 19/10/2017 sore. RUKUN ZEBUA/KATANIAS.COM

“Korban ditinggal di depan Terminal Faekhu pada Kamis 28 September 2017, dan saat itu korban diberi beri uang Rp 5 juta. Korban pun menghubungi keluarganya untuk dijemput di terminal tersebut,” kata Waka Polres Nias yang didampingi KBO Satuan Reserse Kriminal Iptu Soni Zalukhu, dan kepala Unit PPA Bripka Jonnes A Zai.

Menurut Kompol Emanueli Harefa, orangtua Melati telah melaporkan kehilangan anaknya pada Minggu 17 September 2017 ke Polsek Mandrehe. Setelah diselidiki, Melati ternyata dibawa lari seseorang. Kasus ini pun ditangani Satreskrim Polres Nias sejak Rabu 4/10/2017, dan lewat gelar perkara pada Sabtu 7/10/2017 diterbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan.

Waka Polres Nias Kompol Emanueli Harefa memberikan Keterangan Pers dengan didampingi KBO Satuan Reserse Kriminal Iptu Soni Zalukhu, dan kepala Unit PPA Bripka Jonnes A Zai. RUKUN ZEBUA/KATANIAS.COM

Gelar kembali dilakukan pada Selasa 10/10/2017, dan menetapkan SZ sebagai tersangka. “Kami telah melayangkan surat panggilan Kamis 12/10/2017, tapi tersangka baru memenuhi panggilan Rabu 18/10/2017. Hari itu juga kami lakukan penahanan terhadap SZ,” terang Kompol Emanueli Harefa.

SZ terancam menjalani hukuman selama 15 tahun di bui, karena disangkakan dengan Pasal 81 subsider Pasal 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, junto Pasal 332 KUHP. “Barang bukti berupa pakaian dalam dan pakaian luar korban,” pungkas Waka Polres Nias.

Ditanya wartawan, SZ yang juga sebagai menantu Bupati Nias Barat menyatakan tidak menyesal melakukan perbuatan asusila tersebut. #Rukun Zebua

9 KOMENTAR

  1. Saking gak ada malunya,,,, di tanya, jawabnya gak menyesal……….Semoga tidak ada oknum-oknum yang lainnya. Tuhan menjamah dan gimana kondisi perempuan itu ya? Semoga lekas baikan dan tetap kuat walau kejadian seperti ini sangat berpengaruh dan menggangu mental serta kejiwaan dalam menghadapi keluarga, masyakarat (lingkungan sosial) yg mengenal dan dikenal…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here